Di zaman globalisasi ini, banyak tenaga kesehatan khususnya perawat yang menggunakan peluang untuk karir perawat. Salah satunya adalah perawat Home Care. Menurut Fauzan, AR (2021), keuntungan home care diantaranya : memberikan rasa aman karena kenal dengan pasien dan keluarga, perawatan 24 jam, melindungi privasi, meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan, pelayanan efisien dan menjamin keberhasilan Pendidikan Kesehatan.

 Homecare secara sederhana, adalah layanan perawatan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional kepada individu atau keluarga di rumah. Kendati hanya dilakukan di rumah, pelayanan perawatan tetap sesuai dengan standar yang berlaku layaknya di rumah sakit.

Homecare berfokus terhadap perawatan, pengasuhan, dan pendampingan kepada pasien anak-anak atau bayi, orang dewasa, dan orang tua atau lansia.

Perawat homecare adalah tenaga medis profesional yang sudah melalui jenjang pendidikan tinggi keperawatan dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), sertifikat pelatihan tentang dunia perawatan, Surat Izin Praktek (SIP), serta memiliki pengalaman sebagai perawat. Adapun tugas dan peran perawat homecare yaitu memastikan kebutuhan pasien yang sedang dirawat dapat terpenuhi mulai dari asupan gizi, obat-obatan serta hal lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang sedang dirawat.

Menurut Verona, HV (2019) ada beberapa layanan homecare seperti perawatan pasca operasi, layanan perawatan luka, perawatan lansia, layanan perawatan pendamping dan perawatan baby care.  Salah satu contoh seseorang lansia yang menderita penyakit kronis seperti stroke, diabetes dan jantung. Penyakit tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk proses kesembuhannya dan membutuhkan perawatan yang intensif. Tentu saja akan membutuhkan biaya yang sangat besar, mulai dari biaya transportasi hingga biaya untuk perawatan di rumah sakit.

Dalam melakukan tugasnya, perawat homecare dapat bekerjasama dengan berbagai tenaga Kesehatan lainnya, dapat memberikan berbagai Tindakan keperawatan, sesui kebutuhan pasien dan sesuai tupoksi perawat. Salah satu Tindakan keperawatan yang dapat diberikan adalah terapi komplementer.

Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern (Andrewset al., 1999). Terminologi ini dikenal sebagai terapimodalitas atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan (Crips & Taylor, 2001). Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik.

Terapi komplementer dengan demikian dapat diterapkan dalam berbagai level pencegahan penyakit. Pengobatan dengan menggunakan terapi komplementer mempunyai manfaat selain dapatmeningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh juga lebih murah.

Terapi komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit kronis yang harus rutin mengeluarkan dana.  Pengalaman klien yang awalnya menggunakan terapi modern menunjukkan bahwa biaya membeli obat berkurang 200-300 dolar dalam beberapa bulan setelah menggunakan terapi komplementer (Nezabudkin, 2007). Minat masyarakat Indonesia terhadap terapi komplementer ataupun yang masih tradisional mulai meningkat.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung praktik terapi komplementer dan tradisional di berbagai tempat. Selain itu, sekolah-sekolah khusus ataupun kursus kursus terapi semakin banyak dibuka. Ini dapat dibandingkan dengan Cina yang telah memasukkan terapi tradisional Cina atau traditional ChineseMedicine (TCM) ke dalam perguruan tinggi di negara tersebut (Snyder & Lindquis, 2002). Kebutuhan perawat dalam meningkatnya kemampuan perawat untuk praktik keperawatan juga semakin meningkat. Hal ini didasari dari berkembangnya kesempatan praktik mandiri. Apabila perawat mempunyai kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan akan meningkatkan hasil yang lebih baik dalam pelayanan keperawatan.

Berbagai faktor yang mendorong perkembangannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah. Hasil kajian Tri Wibowo (2012) dalam Jelita, L (2020) diperoleh hasil : Kasus terminal yang dianggap tidak efektif apabila dirawat di pelayanan Kesehatan, keterbatasan masyarakat dalam pembiayaan pada kasus degeneratif, manajemen rumahsakit dan lingkungan rumah dirasakan lebih nyaman. Berbagai faktor yang mendorong perkembangan pelayanan keperawatan kesehatan dirumah atara lain : Kebutuhan masyarakat, perkembangan IPTEK bidang kesehatan, tersedianya SDM kesehatan yang mampu memberi pelayanan kesehatan di rumah.

Peran kita sebagai perawat tentunya dituntut untuk terus berdedikasi secara professional, membagi ilmu pengetahuan yang telah didapat kepada yang membutuhkan, ikhlas dalam melakukan asuhan keperawatan guna mencapai derajat kesehatan bangsa kita.

Bentuk terapi komplementer banyak, diantaranya pengobatan tradisional dalam bentuk farmakologi herba, gurah dan jamu.

Pengobatan herbal termasuk pengobatan tradisional yang merupakan  pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun  temurun pada suatu negara.

Menurut Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 1 butir 16 Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Pasal 59 nya menyatakan Pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan keterampilan dan yang menggunakan ramuan.

Sesuai dengan UU tersebut, Perawat sebagai bagian dari tenaga Kesehatan, dapat mengambil peran dalam pengobatan tradisional, termasuk dalam farmakologi herbal.

Berdasarkan hal tersebut Akademi keperawatan Nabila yang berfokus kepada mendidik perawat dengan spesifikasi kompetensi homecare, melengkapi kemampuan mahasiswa dengan pengobatan komplementer farmakologi herbal ini, bermaksud menyelenggarakan Seminar dengan judul   Peningkatan Layanan Homecare dengan terapi komplementer Farmakologi Herbal di Keluarga dan Komuitas yang bekerja sama dengan DPW PPNI  Provinsi Sumatera Barat Keperawatan Komunitas  IPKKI Universitas Riau.

Setelah mengikuti seminar peserta mampu menguasai tentang Peningkatan Layanan Homecare dengan Keperawatan Komplementer Farmakologi Herbal di Keluarga dan Komunitas

Narasumber dalam seminar ini adalah

  1. Dr.Ns.Agrina, M.Kep, Sp.Kom. PhD
  2. Ns. Meta Seprinel, S,Kep.MM.M.Kes